SHOCKING YOU WITH BLOGGING BLUE

1 Jan 1970

738acf7b5ff21582dce884b4fb472eaf_stranger-in-blue

Selamat datang disarangku nan senyap. Siapapun kau, dimanapun kau mukim, mustahil luput dari jejaring fatamorganaku yang pekat pesona lagipula teramat maya. Selagi subuh basah kuyub embun, saat para malaikat masyuk mengulum semburat fajar, aku hadir mengusik sisa mimpi molekmu. Tatkala kisi-kisi jendela jiwamu berderit,lantas daun pintu sanubarimu menganga, serta merta bakal terkuak siapa jatidiriku, tanpa harus menelusuri asal usul dan sangkan paranku. Tentu saja kumaklumi praduga sumbangmu terhadap jemariku yang berdebu dan lengan kidalku yang bersimbah darah.

Aku bicara padamu ketika dada terasa hampa. Bahasaku begitu mudah dipahami, tetapi untaian kata kataku sarat teka-teki. Dibawah lengkung pelangi mentari pagi, izinkan aku mengajakmu menyimak khotbah tentang segala sesuatu yang sia sia dipadang bianglala.

Dengarkan gelora tasbih kecambah kemanusiaan yang menggemakan seruan meraih kemenangan. Bukankah bermakna jihad ditanah tak bertuan? Desah napasnya yang lembab pekat hasrat mengecup pucuk-pucuk cemara, menjelma kidung pelipur lara bagi mahkota selaksa bunga.

Maka, rona bunga kasihmu yang beraneka warna menjadi pertanda bagi janji yang ditepati dan nazar yang digenapi. Petiklah sekuntum dan cantumkan digerai rambutmu nan harum, selepas itu kau tersenyum. Serta merta pucuk mimpi-mimpimu bakal menggapai cakrawala, dan dadamu kembali merasa lega. Berikutnya, tibalah saat bagiku bungkam seribu bahasa, sebab teka -tekiku terjawab sudah, akan tetapi bukankah segala sesuatu dibawah sinar matahari itu sia-sia adanya? Pupus dukamu, mari bersuka cita, makan dan minumlah sepuas hatimu, sebab itulah hak anak manusia yang paling hakiki dimuka bumi.


TAGS 1


-

Author

Search

Recent Post